Rabu, 16 November 2011

Sejarah di Kompleks Makam Arung Palakka

Pintu gerbang makam
BANGUNAN kompleks Makam Arung Palakka yang terletak di Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan, memiliki nuansa sejarah yang kuat. Itu terlihat dari material bangunan yang menggunakan bata jaman dulu. Tampak kuat dan tahan lama.

Ada tujuh bangunan kuburan besar dan 40 kuburan kecil di dalam kompleks. Semuanya memanjang dari utara ke selatan. Berumur puluhan tahun. Masih terjaga dengan baik.

Kuburan Arung Palakka, Raja Bone, bersama istrinya Imangkawani Daeng Talele menjadi yang terbesar. Berjejer dengan ukuran serupa di dalam sebuah bagunan kubus berkubah. Taburan bunga dan siraman air tampak di atasnya, pertanda banyak pengunjung yang menziarahinya, bahkan ada yang datang dari negara tetangga: Malaysia dan Singapura.

Bangunan kubus berisi kuburan Aru Palakka dan istrinya
Kuburan Aru Palakka dan istrinya Imangkawani Daeng Talele
Di belakang bangunan kubus, terdapat kuburan Karaeng Botolempangan, orang paling terpercaya di Kerajaan Gowa. Bentuk kuburannya kecil. Nama Botolempangan diabadikan menjadi sebuah nama jalan di Makassar.

Kuburan Botolempangan
Di samping kuburan Botolempangan, berjajar dua kuburan besar dari barat ke timur yang sepintas bentuknya serupa. Kuburan sebelah kiri milik Sultan Ismail Karaeng Anak Moncongloe, laki-laki yang memecahkan rekor sebagai satu-satunya orang yang pernah memimpin tiga kerajaan, yaitu Gowa, Bone, dan Soppeng. Kuburan kedua milik Karaeng Pettabola, adik tiri dari Arung Palakka. Satu bapak tapi beda ibu.

Kuburan Karaeng Anak Moncongloe dan Karaeng Pettabola
Di sebelah kanan bangunan kubus, terdapat bangunan kuburan seorang Raja dari Manado. Entah siapa namanya. Penjaga makam juga ‘tak mengetahuinya.

Bangunan kubus berisi kuburan Raja Manado
Paling belakang kompleks makam, terdapat dua bangunan balok dengan kubah berbentuk kerucut. Di dalam dua bangunan itu berdiri makam milik Karaeng Patingalloang Imangadacina Dg. Sitaba bersama istri dan anak-anaknya.

Kuburan Karaeng Patingalloang, istri dan anak-anaknya
Sejarah harus dilestarikan
Selanjutnya, di halaman kompleks makam, sejauh mata memandang, terdapat kuburan-kuburan kecil. Pemilik kuburan itu adalah keturunan dan para pengikut Kerajaan Gowa.

Suasana di halaman kompleks makam

7 komentar:

  1. Ahh kuburan Karaeng Bontolempangam ada di kampung aku. Di atas bukit (bonto) namun atasnya datar,,, kuburan terbesar yg pernah saya lihat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang harus dilakukan penelitian sejarah untuk memastikan semua.

      Hapus
    2. Dimn kuburan botolempangang yg kita maksud???? Tabe

      Hapus
    3. Dimn kuburan botolempangang yg kita maksud???? Tabe

      Hapus
    4. Ada di postingan yang hampir rata dengan tanah. Itu menurut keterangan penjaga makam

      Hapus
    5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus