Selasa, 03 Mei 2016

Terdampar di Kawasan Wisata Untia


Kampung Wisata Untia
Di luar dugaan, jalan Salodong yang gersang dengan bangunan gudang di kanan-kirinya ternyata menyimpan sedikit surga di ujungnya. Surga itu bernama Kawasan Wisata Untia. Ahad, 1 Mei 2016, kemarin, saya menikmatinya sambil bersepeda.

Sajian wisata apa yang ada di kawasan yang terletak di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanayya, Kota Makassar itu?
Pertama, suasana kampung nelayan yang asri. Rumah-rumah tertata rapi dengan pohon-pohon rimbun di halamannya. Ragam fasilitas umum juga terawat dengan baik: jalanan berpaving, tempat sampah, pos ronda, dan lainnya.

Masjid yang luas dan sekolah yang besar juga menjadi pertanda: Untia 'tak tertinggal meskipun jauh di pesisir sana.

Suasana jalan Kampung Wisata Untia
Tata jalan dan jembatan
Kedua, hutan mangrove yang subur. Di sepanjang garis pantai, tumbuh subur hutan mangrove. Indah menghampar, menjadi daya tarik wisata bagi siapa pun yang melihatnya.

'Tak heran jika International Fund for Agricultural Development (IFAD) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Makassar berani menggelontorkan dana untuk mambangun Kampung berpenduduk 2000-an jiwa itu.

Kayu-kayu hutan mangrove yang elastis
Keindahan hutan mangrove di garis pantai
Keindahan hutan Mangrove
Hutan Mangrove dan dermaga
Hutan Mangrove dan dermaga
Mangrove ku subur, anak cucuku makmur
Ketiga, dermaga mini. Di pantai, terdapat dermaga mini. Sangat asyik buat kongkow-kongkow sambil makan ikan bakar. Kita bisa memberi uang kepada penduduk untuk menyiapkannya. Tarifnya bisa dinegosiasi.

Dermaga itu juga menjadi tempat berlabuh perahu-perahu mini yang siap mengantar siapa pun Anda yang ingin pergi mancing di tengah laut, ingin ke pulau, dan atau sekadar ingin naik perahu menikmati laut.

Dermaga yang indah
Kakek bermain sama cucunya
Dermaga tempat kongkow-kongkow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar