 |
| Ryan di balik jeruji (dok. Liputan 6) |
“…Suamiku, kuatkan dan bantu aku dalam menghadapi persoalan ini.
Suamiku, sakit hatiku kau tinggalkan aku. Suamiku, aku sendiri di sini,
semua orang takut padaku dan tidak ada yang menjengukku. Suamiku, aku
sangat mencintaimu dan tidak akan mengkhianatimu…,” tulis Verry Idham
Henyansyah alias Ryan (30) dalam surat cintanya kepada Noval Andreas
(20-an), pasangan gay-nya. Ryan menyuratkan romantismenya dari balik
penjara. Dia ditangkap pada 2008 karena kasus pembunuhan berantai
terhadap 11 orang.
Cinta Berujung Perilaku Sadis
Cinta Ryan kepada Noval bukanlah cinta biasa. Itu terbukti saat Ryan
marah kepada Heri Santoso (40), pengusaha dan juga seorang gay, yang
menawarkan uang kepadanya demi bisa tidur dengan Noval. Kemarahan Ryan
berujung sadis: dia membunuh Heri, memutilasi tubuhnya, memasukkannya ke
dalam tas, dan membuangnya di dekat Kebun Binatang Ragunan, Jakarta
Selatan.
Polisi yang memeriksa potongan tubuh itu mengidentifikasinya sebagai
Heri. Keterkaitan dengan Ryan berhasil ditelusuri lewat transaksi kartu
kredit milik Heri. Ryan ternyata memakai kartu kredit Heri untuk
berfoya-foya. Ryan pun ditangkap dan dia mengakui perbuatannya.
Setelah berita Ryan sampai ke kampungnya di Jombang, beberapa laporan
warga muncul. Mereka melaporkan kehilangan anggota keluarganya setelah
diketahui terakhir bersama Ryan. Polisi bergerak melacaknya. Dan
terungkaplah fakta mencengangkan: Ryan ternyata telah membunuh 10 orang
di kampungnya dalam rentang waktu 2007 hingga 2008.
Ke-10 orang itu dibunuh Ryan di rumahnya sendiri saat kedua
orangtuanya keluar rumah. Ryan yang luwes dan pintar bergaul mengajak
korbannya jalan-jalan ke kebun belakang rumahnya. Dia dan korban lalu
bercerita tentang apa saja seperti dua orang yang akrab. Saat korban
lengah, Ryan memukulnya pakai benda keras. Tubuh korban yang tergeletak
langsung dikubur di tempat.
Ke-10 orang itu adalah Vincent Yudi Priyono (31), Ariel Somba (34),
Grady Gland Alam Tumbuan (30-an), Guruh Setyo Pramono (27), Agustinus
Fitri Setiawan (28), Nanik Hidayati (31), Sylvia Ramadani Putri (3, anak
Nanik), Muhammad Aksoni (29), Zainal Abidin (21), dan Muhammad “Aldo”
Asrori (20-an). Motifnya? Kuat dugaan ketersinggungan sebagaimana motif
Ryan saat menghabisi Heri.
Cerdas Tapi Bersikap Labil
Ryan lahir di desa Jatiwates, Jombang, 1 Februari 1978. Seorang janda
bernama Kasiyatun telah mengandung Ryan empat bulan saat Akhmad Maskur,
satpam perusahaan gula, menikahinya. Ryan memiliki kakak dari pernikahan
ibunya terdahulu bernama Mulyo Wasis.
Saat bersekolah di SDN 2 Jatiwates, Ryan diakui oleh guru-gurunya
memiliki kecerdasan di atas rata-rata dan berprestasi. Namun perilaku
Ryan berubah saat bersekolah di SMPN 1 Tambelang. Ryan menjadi lebih
feminin, memilih bergaul dengan perempuan, dan hobi menari. Sempat masuk
SMAN 1 Jombang, Ryan akhirnya berpindah-pindah SMA karena sikapnya yang
labil. Hingga takdir pun membawanya ke Jakarta.
Di Jakarta, Ryan ngekost. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari,
Ryan bekerja di Marcella Gymnastic. Ryan akhirnya dipecat karena
kedapatan mencuri ponsel milik anggota gym. Entah bagaimana jalannya,
Ryan pun bergaul dengan komunitas gay dan memiliki Noval Andreas sebagai
kekasihnya.
Kini, pada 2018, Ryan murung di balik jeruji. Peninjauan Kembali yang
diajukannya ditolak. Di usianya yang ke-40, dia pun menanti vonis
matinya. Kematian itu memang pasti, tapi jelas berbeda bagi orang yang
telah mengetahuinya. Dan kita hanya bisa berempati dan berdoa: semoga di
sisa kehidupannya, Ryan lebih bermanfaat bagi dirinya dan orang lain!