Minggu, 07 Juni 2026

Prabowonomics (2): Ekonomi Komando

Ekonomi Komando. Begitu Tempo menyebut gaya ekonomi Presiden Prabowo. Saya sepakat. Itu terlihat dari kebijakan-kebijakan beliau. 

Contoh: Januari 2026, Menteri Bahlil bilang akan membatasi distribusi gas melon di eceran. Biar subsidinya tepat sasaran. Berlaku di awal Februari. 

Kebijakan Bahlil itu punya data valid: audit BPK menemukan bahwa 1,11 milliar unit tabung gas melon tersalur kepada keluarga yang mampu. Pertamina masih lemah mengawasi distribusinya. 

Tapi, di awal Februari, kebijakan itu justru dicekal Prabowo. Distribusi gas melon dikembalikan seperti semula. Itu untuk mencegah kekacauan di masyarakat akibat kelangkaan gas melon. 

Kita bisa menebak: kebijakan Bahlil jelas di luar komando Prabowo. 

*****

Yang terbaru, Presiden lagi-lagi menunjukkan gaya komandonya. Evaluasi 1,5 tahun berujung pada pencopotan jajaran pejabat BGN. 

Bukan cuma dicopot dari jabatannya, mereka juga dipidana korupsi sehari kemudian. Sekarang sedang diproses oleh Kejagung. 

Ini jelas mengagetkan. Dan menimbulkan tanya: apakah pejabat BGN "sekoboi" itu sampai-sampai dipattasaki semuanya? Kita tunggu saja kejelasannya. 

Yang jelas, kita bisa menebak: para "koboi" BGN itu jelas di luar komando Prabowo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar