Secara umum, seorang Muslim itu hanya melakukan dua aktifitas dalam sehari: ibadah dan muamalah. Kalau bukan ibadah, yah muamalah. Kalau bukan muamalah, ya ibadah.
*****
Ibadah itu aktifitas yang menghubungkan antara diri seorang Muslim dengan Allah, Tuhannya. Sifatnya vertikal.
Untuk aktifitas ini, Nabi Muhammad sudah mewanti-wanti: barangsiapa yang melakukan amalan yang tidak ada contohnya dariku maka tertolak.
Atas dasar itu, ulama bikin kaidah untuk urusan ibadah. Kaidahnya berbunyi: semua ibadah dilarang, kecuali ada dalil yang membolehkan. Artinya apa? Ibadah harus pakai dalil.
Sholat, misalnya, semua gerakan dan bacaannya, dari takbir sampai salam, harus ada dalilnya dari Al Qur'an dan Hadits. Begitupula puasa, haji, dan ibadah lainnya.
Kalau ada ibadah yang tidak pakai dalil, itulah yang familiar disebut bid'ah (mengada-ada). Sayangnya, istilah bid'ah ini banyak membuat kening mengkerut dan otot menegang. Padahal, istilah itu biasa saja dalam diskursus antarumat Muslim.
*****
Muamalah itu aktifitas yang menghubungkan antara diri seorang Muslim dengan manusia dan lingkungan di sekitarnya. Sifatnya horisontal.
Untuk aktifitas ini, karena cenderung bersifat keduniaan, Nabi bilang: kalian lebih tahu urusan duniamu.
Makanya, ulama bikin kaidah tentang urusan muamalah. Kaidahnya berbunyi: semua muamalah dibolehkan, kecuali ada dalil yang melarang.
Jual beli, misalnya, semua boleh dijual-belikan, kecuali beberapa benda yang dilarang: minuman keras, babi, dan lainnya. Atau dari sisi prosesnya yang dilarang: mengandung tipu daya, riba, judi, gharar, dan lainnya.
*****
Jadi, Anda seorang Muslim, ketika terjebak dalam kondisi aktifitas yang menimbulkan pertanyaan, maka hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengidentifikasi kondisi itu, apakah termasuk ibadah atau muamalah.
Setelah kondisi diidentifikasi, terapkanlah kaidah ulama di atas sesuai kondisi. Kalau perlu pakai panduan ulama dalam penerapannya.
Kamis, 05 Maret 2020
Minggu, 01 Maret 2020
Mereka yang Dijamin Masuk Surga
Ada 10 sahabat Nabi Muhammad yang dijamin masuk surga oleh Nabi sendiri.
Abu Bakar Ash Shiddiq
Umar bin Khaththab
Utsman bin Affan
Ali bin Abi Thalib
Thalhah bin Ubaidillah
Zubair bin Awwam
Abdurrahman bin Auf
Saad bin Abi Waqqas
Sa'id bin Zaid
Abu Ubaidah bin Al Jarrah
Tentu perjuangan agamalah yang menjadi indikator Nabi. Ke-10 sahabat itu semuanya terlibat dalam penyebaran Al Qur'an dan hadits. Semuanya juga terlibat dalam perang melawan musuh. Bahkan ada yang mati saat perang.
Tapi, tentu kita penasaran mengetahui bagaimana kehidupan dunia ke-10 sahabat itu. Apakah waw, wadidauw, biasa saja, atau bagaimana?
Kita pakai indikator keduniaan yang umum saja biar gampang menyentuh diri kita, yaitu harta, tahta, wanita.
Dari sisi HARTA, ternyata ke-10 sahabat itu tidak semuanya orang kaya. Ada juga yang miskin, bahkan miskin sekali.
Abu Ubaidah, contohnya. Di rumahnya, dia tidak memiliki satu pun barang mewah, kecuali baju perangnya.
Ali bin Abi Thalib juga demikian, istrinya Fatimah Az Zahra pernah mengeluh tak secuil pun pangan tersedia di rumahnya untuk dimakan.
Barisan yang kaya banyak juga. Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar dan Ustman bin Affan adalah orang-orang yang luar biasa dalam menyumbangkan hartanya.
Artinya apa? Kalian mau kaya atau miskin, kalian punya sama-sama peluang untuk masuk surga.
Dari sisi TAHTA, ternyata ke-10 sahabat itu tidak semuanya punya jabatan. Ada juga yang orang biasa, bahkan biasa sekali.
Yang punya jabatan hanya Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagai khalifah; Abdurrahman bin Auf sebagai Gubernur. Selebihnya hanya orang biasa.
Artinya apa? Kalian mau punya jabatan atau tidak, kalian punya sama-sama peluang untuk masuk surga.
Dari sisi WANITA, inilah yang berat. Dan dengan penuh rasa keberatan, saya harus menyampaikan bahwa ke-10 sahabat itu ternyata semuanya beristri lebih dari satu kali alias poligami.
Abdurrahman bin Auf yang paling kaya beristri sampai belasan kali. Abu Ubaidah yang paling miskin beristri dua kali.
Artinya apa? Silahkan mengartikannya sendiri. Wkwkwkwk.
Abu Bakar Ash Shiddiq
Umar bin Khaththab
Utsman bin Affan
Ali bin Abi Thalib
Thalhah bin Ubaidillah
Zubair bin Awwam
Abdurrahman bin Auf
Saad bin Abi Waqqas
Sa'id bin Zaid
Abu Ubaidah bin Al Jarrah
Tentu perjuangan agamalah yang menjadi indikator Nabi. Ke-10 sahabat itu semuanya terlibat dalam penyebaran Al Qur'an dan hadits. Semuanya juga terlibat dalam perang melawan musuh. Bahkan ada yang mati saat perang.
Tapi, tentu kita penasaran mengetahui bagaimana kehidupan dunia ke-10 sahabat itu. Apakah waw, wadidauw, biasa saja, atau bagaimana?
Kita pakai indikator keduniaan yang umum saja biar gampang menyentuh diri kita, yaitu harta, tahta, wanita.
Dari sisi HARTA, ternyata ke-10 sahabat itu tidak semuanya orang kaya. Ada juga yang miskin, bahkan miskin sekali.
Abu Ubaidah, contohnya. Di rumahnya, dia tidak memiliki satu pun barang mewah, kecuali baju perangnya.
Ali bin Abi Thalib juga demikian, istrinya Fatimah Az Zahra pernah mengeluh tak secuil pun pangan tersedia di rumahnya untuk dimakan.
Barisan yang kaya banyak juga. Abdurrahman bin Auf, Abu Bakar dan Ustman bin Affan adalah orang-orang yang luar biasa dalam menyumbangkan hartanya.
Artinya apa? Kalian mau kaya atau miskin, kalian punya sama-sama peluang untuk masuk surga.
Dari sisi TAHTA, ternyata ke-10 sahabat itu tidak semuanya punya jabatan. Ada juga yang orang biasa, bahkan biasa sekali.
Yang punya jabatan hanya Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagai khalifah; Abdurrahman bin Auf sebagai Gubernur. Selebihnya hanya orang biasa.
Artinya apa? Kalian mau punya jabatan atau tidak, kalian punya sama-sama peluang untuk masuk surga.
Dari sisi WANITA, inilah yang berat. Dan dengan penuh rasa keberatan, saya harus menyampaikan bahwa ke-10 sahabat itu ternyata semuanya beristri lebih dari satu kali alias poligami.
Abdurrahman bin Auf yang paling kaya beristri sampai belasan kali. Abu Ubaidah yang paling miskin beristri dua kali.
Artinya apa? Silahkan mengartikannya sendiri. Wkwkwkwk.
Jumat, 28 Februari 2020
Dua Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga
Berhubung perekonomian lagi lesu di awal 2020 akibat macam-macam, mari kita pererat ikat pinggang. Dimulai dari keuangan rumah tangga masing-masing.
Kata Mrs. Ligwina Hananto, pakar keuangan rumah tangga andalang gue, indikator rumah tangga yang sehat secara keuangan itu ada dua:
Satu, penerimaannya lebih besar dibandingkan pengeluaran.
Kalau pengeluaran lebih besar, kurangi ngopi-ngopi di cafe. Ganti dengan ngopi-ngopi di rumah yang ada cafenya.
Kalau pengeluaran masih lebih besar, ganti skincare dengan bedak. Shopping kebutuhan rumah tangga jelas lebih penting daripada glowing.
Kalau pengeluaranmu ternyata masih lebih besar, kurangi gengsi. Ndak usah cicil mobil kalau mampunya cuma cicil motor. Ndak usah beli jas hujan Kalibre kalau mampunya cuma beli jas hujan Mamouth.
Dua, daftar harta lebih besar dibandingkan daftar utang.
Ambil kertas dan pulpen. Mulailah bikin list harta dan utang. Berapa uang di lemari, di bank, atau di orang lain. Berapa nilai rumah dan perabotnya, tanah, kendaraan, dan lainnya.
Berapa KPR, berapa KPM. Kredit uang panaik sudah lunas apa belum. Utang sama tetangga sudah terbayar apa belum.
Jagalah agar hartamu banyak, biar bisa sedekah! Jagalah agar utangmu kurang atau tidak ada sama sekali, biar tidur dan matimu senang dan tenang.
Kata Mrs. Ligwina Hananto, pakar keuangan rumah tangga andalang gue, indikator rumah tangga yang sehat secara keuangan itu ada dua:
Satu, penerimaannya lebih besar dibandingkan pengeluaran.
Kalau pengeluaran lebih besar, kurangi ngopi-ngopi di cafe. Ganti dengan ngopi-ngopi di rumah yang ada cafenya.
Kalau pengeluaran masih lebih besar, ganti skincare dengan bedak. Shopping kebutuhan rumah tangga jelas lebih penting daripada glowing.
Kalau pengeluaranmu ternyata masih lebih besar, kurangi gengsi. Ndak usah cicil mobil kalau mampunya cuma cicil motor. Ndak usah beli jas hujan Kalibre kalau mampunya cuma beli jas hujan Mamouth.
Dua, daftar harta lebih besar dibandingkan daftar utang.
Ambil kertas dan pulpen. Mulailah bikin list harta dan utang. Berapa uang di lemari, di bank, atau di orang lain. Berapa nilai rumah dan perabotnya, tanah, kendaraan, dan lainnya.
Berapa KPR, berapa KPM. Kredit uang panaik sudah lunas apa belum. Utang sama tetangga sudah terbayar apa belum.
Jagalah agar hartamu banyak, biar bisa sedekah! Jagalah agar utangmu kurang atau tidak ada sama sekali, biar tidur dan matimu senang dan tenang.
Rabu, 19 Februari 2020
Olahraga dan Kematian Ashraf
Pagi tadi, Ashraf suaminya BCL wafat karena serangan jantung. Banyak yang kaget. Dia masih muda. Badannya sehat. Rajin olahraga lagi.
Di medsos, bahkan, muncul pertanyaan menggelitik: rajin olahraga kok sakit jantung?
Saya -yang hobi bersepeda dan sekarang lagi giat lari-lari- ingin menegaskan: tujuan olahraga adalah meningkatkan kapasitas fisik.
Bukan untuk sehat.
Bukan untuk tidak sakit.
Bahkan bukan untuk tidak cepat mati.
Meningkatkan kapasitas fisik? Iya.
Yang awalnya lari 1 km sudah capek. Dengan rutin berlari, bisa capai 5 km, 10 km, bahkan sampai lari marathon.
Yang awalnya naik sepeda sejam sudah ngos-ngosan. Dengan rutin bersepeda, bisa semangat sampai dua jam, lima jam, bahkan seharian.
Yang awalnya angkat air seember sudah kewalahan. Dengan rutin angkat barbel, bisa angkat beras sekarung, kasih geser air sedrum, sampai angkat air dua galon sekaligus. Tangan kanan dan kiri.
Kalau kemudian olahraga itu berpengaruh positif terhadap kesehatan, itu kebetulan semata. Anggaplah sebagai bonus.
Faktanya, banyak juga yang sakit justru karena olahraga. Sibuk meningkatkan kapasitas fisik, tapi suka abai kalau sudah melebihi kapasitas. Terlalu memaksa diri.
Dekson, misalnya, pria pelari marathon itu kini harus menghabiskan sisa hidupnya dalam kelumpuhan. Saat mengikuti Jakarta Marathon, dia mengalami dehidrasi akut. Itu mempengaruhi pasokan oksigen ke otaknya yang berakibat otaknya mengalami kerusakan.
Saya juga pernah terkena demam habis lari-lari. Kata teman: "Kau juga. Biar hujan-hujan larijako." Hehehe....
Senin, 10 Februari 2020
Smansa Makassar (1999-2002): Apa yang menarik?
![]() |
| SMANSA Makassar (dok. FB Ika Smansa Makassar) |
Jam upacara yang kosong dimanfaatkan guru-guru untuk rapat. Sedangkan bagi siswa, dipakai main-main. Bagi kelas 3, jam itu dimanfaatkan untuk menunjukkan senioritasnya kepada kelas 1 dan 2.
Saya sebagai primus, pria musholla, tentu memanfaatkan jam itu untuk dzikir di musholla Darul Ulum. Biasa juga dzikirnya pindah ke Cosin, Coto Sinjai di jalan Sungai Cerekang. Tinggal manjati tembok samping musholla tembus belakang markas GMKI, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia. Argh... Indahnya toleransi!
DUA. Di samping Cosin, ada warung penjual bakso dan nasi goreng yang cukup jadi andalan anak Smansa. Penjualnya perempuan berambut pendek (saya lupa namanya).
Yang menarik, meja jualannya didesain mirip peti yang bisa dibuka. Di dalam mejanya berjajar minuman keras siap jual. Sungguh smart yah, di atas meja dagangannya bakso dan nasi goreng; di dalamnya miras.
Terakhir waktu minum sara'ba di jalan Sungai Cerekang, saya melihati perempuan berambut pendek itu masih jualan. Fisiknya masih kuat. Mudah-mudahan beliau tidak lagi menjual miras. Aaminn! Masa lalu biarlah masa lalu.
TIGA. Awalnya, penjual sara'ba di jalan Sungai Cerekang itu cuma satu: rumah pas depan Apotek Grestelina. Dulu rumahnya masih kecil dan sederhana. Sekarang, sudah tingkat tiga. Gara-gara sara'ba? Kalau iya, luar biasa! Gorengan adalah pondasi!
Sekarang, penjual sara'ba hampir berjajar ujung pukul ujung jalan Sucer. Tapi saya tetap percaya dengan penjual awal. Apalagi ada isu berkembang, bahkan teman pernah lihat faktanya: ada penjual yang mencampurkan gula kimia (sari manis) ke sara'banya sebagai pengganti gula asli.
Rumusnya sederhana: kalau Anda minum sara'ba, lalu anda rasakan manis, terus anda pulang dan manis itu masih melekat di lidah anda, bisa dipastikan anda telah meminum sara'ba yang dicampuri sari manis.
EMPAT. Di sebuah ruko yang letaknya di samping kanan penjual sara'ba, di samping kiri penjual bakso dan nasi goreng, dan pas di belakang musholla Darul Ulum, ada sebuah tempat karaoke yang -kuat diduga- juga sebagai tempat mesum.
Kalau anak-anak lagi menginap di Musholla Darul Ulum, suara desahan perempuan kerap terdengar dari ruko itu. Entah suara orang yang menyanyi atau orang yang lagi mesum. Entahlah.
Sekarang, ruko tempat karaoke itu masih ada. Bilboardnya juga masih terpampang. Tapi semoga kegiatan di dalamnya sudah positif. Ada acara dzikir, pengajian, atau apalah yang bermanfaat. Heheheheh.
LIMA. Angkatan saya, 2002, adalah angkatan terakhir yang pake NEM masuk Smansa. Setelahnya sudah pake tes. Karena pake NEM, jeleknya: siapa pun bisa masuk, tanpa tes, tanpa kecuali, asal NEM-nya tinggi.
Maka beragamlah model siswa di angkatan 2002 itu. Ada dari jalan Laiya, Kandea, Galangan Kapal, Pasar Terong, Pasar Cidu, Antang, Cendrawasih, Sungguminasa, Sudiang, Batua Raya, bahkan yang tinggal di Takalar juga ada, tiap pagi ke sekolah naik bus PTPN IV. Intinya, banyak anak lorong. Hehehe.
Saya masih ingat, Masa Orientasi Siswa (MOS) hari ke-3 (terakhir). Kami
duduk berbaris di dalam ballroom Smansa, bangunan paling Kiri yang
modelnya segitiga kayak simbol lluminati (aapakah...?).
Anshar, teman yang dari jalan Laiya, dipanggil seorang senior ke depan. Entah karena apa, senior bernama Maulana Mappainro itu langsung melayangkan tendangan cangkul ke arah Anshar, tendangan serupa Jet Li kalau mau kasih patah dua meja.
Seketika keadaan menjadi tegang. Untung Pak Herman (dipanggil PaHe) sigap mengambil kendali. Melalui mic, beliau seadanya membubarkan kami. Maka pulanglah kami semua kala itu dengan kesan, meskipun tanpa pesan. MOS berakhir tanpa penutupan, apalagi baca doa bersama.
Anshar, saya tidak pernah dengar kabarnya. Tapi Maulana, saya cukup mengikuti jejak beritanya. Selepas tendangan cangkul, beliau lanjut pertukaran pelajar di Swiss, kemudian kembali ke Smansa selesaikan sekolahnya. Setamat SMA, beliau kuliah di Sipil Unhas lalu berkarir di Bukaka. Di Bukaka dapat istri, tapi kemudian beliau keluar dan melanjutkan karir di Sinar Mas Group.
Saya banyak tahu karena perusahaan tempat saya bekerja sekarang bersentuhan langsung dengan Bukaka. Dan istri beliau adalah bos HRD di Bukaka. Dan memang Bukaka, perusahaan milik Jusuf Kalla, cukup banyak dihuni orang Makassar.
ENAM. Pada 2001, terjadi tawuran besar antara 2001 lawan 2002. Seberapa besar? Itu bisa dilihat dari durasinya: kurang lebih dua jam. Kemudian, dari kerusakannya: ratusan bangku melayang dari lantai 2 ke lantai 1. Kaca semua kelas 2 pecah. Sore hari, sekolah bahkan harus mengerahkan truk untuk mengangkut semua kerusakan.
Dari jumlah korban ndak usah ditanya. Bu Rahma yang guru BP saja sampai berdarah kena batu. Teman ada yang bajunya robek, berlumur darah, suma'dang napakamma berkelahi stronghold. Tawuran itu akhirnya dibubarkan paksa oleh polisi. Polisi bahkan sampai masuk ke kelas-kelas mengacungkan pistol.
Dan kembali, ujung dari semuanya adalah pulang dengan kesan, meskipun tanpa pesan.
Anshar, teman yang dari jalan Laiya, dipanggil seorang senior ke depan. Entah karena apa, senior bernama Maulana Mappainro itu langsung melayangkan tendangan cangkul ke arah Anshar, tendangan serupa Jet Li kalau mau kasih patah dua meja.
Seketika keadaan menjadi tegang. Untung Pak Herman (dipanggil PaHe) sigap mengambil kendali. Melalui mic, beliau seadanya membubarkan kami. Maka pulanglah kami semua kala itu dengan kesan, meskipun tanpa pesan. MOS berakhir tanpa penutupan, apalagi baca doa bersama.
Anshar, saya tidak pernah dengar kabarnya. Tapi Maulana, saya cukup mengikuti jejak beritanya. Selepas tendangan cangkul, beliau lanjut pertukaran pelajar di Swiss, kemudian kembali ke Smansa selesaikan sekolahnya. Setamat SMA, beliau kuliah di Sipil Unhas lalu berkarir di Bukaka. Di Bukaka dapat istri, tapi kemudian beliau keluar dan melanjutkan karir di Sinar Mas Group.
Saya banyak tahu karena perusahaan tempat saya bekerja sekarang bersentuhan langsung dengan Bukaka. Dan istri beliau adalah bos HRD di Bukaka. Dan memang Bukaka, perusahaan milik Jusuf Kalla, cukup banyak dihuni orang Makassar.
ENAM. Pada 2001, terjadi tawuran besar antara 2001 lawan 2002. Seberapa besar? Itu bisa dilihat dari durasinya: kurang lebih dua jam. Kemudian, dari kerusakannya: ratusan bangku melayang dari lantai 2 ke lantai 1. Kaca semua kelas 2 pecah. Sore hari, sekolah bahkan harus mengerahkan truk untuk mengangkut semua kerusakan.
Dari jumlah korban ndak usah ditanya. Bu Rahma yang guru BP saja sampai berdarah kena batu. Teman ada yang bajunya robek, berlumur darah, suma'dang napakamma berkelahi stronghold. Tawuran itu akhirnya dibubarkan paksa oleh polisi. Polisi bahkan sampai masuk ke kelas-kelas mengacungkan pistol.
Dan kembali, ujung dari semuanya adalah pulang dengan kesan, meskipun tanpa pesan.
TUJUH. Ada yang berubah saat saya di kelas 3 IPS 1. Posisi kelas yang biasanya dekat pintu gerbang dipindahkan ke dekat lapangan basket, kelas yang biasanya ditempati 3 IPA 1. Sekolah berpikir, anak IPS lebih mudah diawasi kalau posisinya di situ. Tinggal dilihat-lihati dari balik kaca.
Hasilnya, biasa saja. Cuma mau bilang: anak IPS itu nakal karena hobi, bukan karena tidak diawasi. Wkwkwk.... Yang ada malah anak IPS lebih sering nongkrong di Kantin Dg. Alle. Bikin apa? Ssstttt.... Saya juga ndak tahu.
DELAPAN. Hal lain yang menarik dari 3 IPS 1 adalah Wali Kelasnya: Ibu
Titi Setiasih. Sudah berumur tapi paras dan body-nya masih yahud. Kalau
beliau bicara, pelan dan lembut. Bisa disandingkanlah dengan Syahrini
kalau di kekinian.
Pernah suatu hari, dua orang teman ke rumah beliau. Saat mengetuk pintu, teman itu melihat Bu Titi mengintip di jendela dengan wajah alami tanpa riasan. Walhasil, Bu Titi baru keluar setengah jam kemudian untuk menemui dua teman itu. Tentu saja dengan wajah yang sudah dirias, alis yang sudah dilukis.
SEMBILAN. Gaya baju Junkies paling tren di Smansa kala itu. Baju ketat mengikuti lekukan badan yang kurus. Cewek lebih terlihat seksi; cowok lebih terlihat macho. Sekarang Gaya itu lebih sering disebut slim fit.
Teman-teman yang burenk, buru renking, biasanya berpenampilan apa adanya. Baju longgar sesuai pembagian. Tidak di model-model. Kayak tampilannya Hadyanto Thomas atau kanda Wiwit Wijayanti yang burenk sekali.
Yang dari dulu sudah ada itu hijaber. Yang jilbab segitiga kayak Surya Oktavianty atau Helmiati Sirajuddin atau yang jilbab besar pake cadar.
Kalau yang pake celana cingkrang dulu juga sudah ada, tapi ndak marak. Bahkan Kanda Muhammad Rusmin yang sekarang terkenal dengan bakso Mas Cingkrang juga dulu penampilannya biasa saja.
*****Pernah suatu hari, dua orang teman ke rumah beliau. Saat mengetuk pintu, teman itu melihat Bu Titi mengintip di jendela dengan wajah alami tanpa riasan. Walhasil, Bu Titi baru keluar setengah jam kemudian untuk menemui dua teman itu. Tentu saja dengan wajah yang sudah dirias, alis yang sudah dilukis.
SEMBILAN. Gaya baju Junkies paling tren di Smansa kala itu. Baju ketat mengikuti lekukan badan yang kurus. Cewek lebih terlihat seksi; cowok lebih terlihat macho. Sekarang Gaya itu lebih sering disebut slim fit.
Teman-teman yang burenk, buru renking, biasanya berpenampilan apa adanya. Baju longgar sesuai pembagian. Tidak di model-model. Kayak tampilannya Hadyanto Thomas atau kanda Wiwit Wijayanti yang burenk sekali.
Yang dari dulu sudah ada itu hijaber. Yang jilbab segitiga kayak Surya Oktavianty atau Helmiati Sirajuddin atau yang jilbab besar pake cadar.
Kalau yang pake celana cingkrang dulu juga sudah ada, tapi ndak marak. Bahkan Kanda Muhammad Rusmin yang sekarang terkenal dengan bakso Mas Cingkrang juga dulu penampilannya biasa saja.
![]() |
| SMANSA 2002 MAKASSAR (dok. IG smansa2002) |
Setelah
berdiri 38 tahun (1983-2020), gedung SMA Negeri 1 Makassar akan
dirobohkan. Gedung yang ketahanannya diyakini tidak kuat lagi menjadi
penyebab rencana itu.
Dengar-dengar gambar gedung barunya sudah ada, pelaksana kerjanya juga sudah ditunjuk. Tinggal menunggu dana cair. Dari Pemerintah, dari bantuan alumni, dari mana pun.
Apapun itu, biarlah gedung lama runtuh bersama budayanya. Dan gedung baru nanti akan menciptakan budaya baru yang lebih baik. Sesuai harapan Nadiem Makarim: kualitas pendidikan bukan ditentukan oleh kebijakan dan anggaran, tapi oleh gerakan perubahan oleh guru dan siswa di sekolah."
Dengar-dengar gambar gedung barunya sudah ada, pelaksana kerjanya juga sudah ditunjuk. Tinggal menunggu dana cair. Dari Pemerintah, dari bantuan alumni, dari mana pun.
Apapun itu, biarlah gedung lama runtuh bersama budayanya. Dan gedung baru nanti akan menciptakan budaya baru yang lebih baik. Sesuai harapan Nadiem Makarim: kualitas pendidikan bukan ditentukan oleh kebijakan dan anggaran, tapi oleh gerakan perubahan oleh guru dan siswa di sekolah."
Jumat, 24 Januari 2020
PIALA DUNIA 1970-AN: Serba Pertama, Piala Dunia Baru, Total Football, Juara Baru, dan Pengaruh Militer
Banyak hal-hal baru dan pertama terjadi pada Piala Dunia 1970: pertama, untuk pertama kalinya bola disponsori oleh pabrikan, yaitu Adidas. Kedua, untuk pertama kalinya pertandingan disiarkan TV berwarna secara live. Ketiga, untuk pertama kalinya, sisi lapangan dibanjiri papan iklan.
Keempat, untuk pertama kalinya diberlakukan aturan pergantian pemain saat pertandingan sedang berlangsung. Anatoly Puzach, pemain Uni Soviet, adalah pemain pertama yang melakukannya. Kelima, untuk pertama kalinya kartu kuning dan merah digunakan oleh wasit.
Keenam, untuk pertama kalinya dua pemain saling bertukar jersey sehabis pertandingan, yaitu Pele (Brazil) dengan Bobby Moore (Inggris). Pele dan jerseynya pada 1970 memang menarik. Buktinya, Jersey yang dipakai Pele saat final lawan Italia berhasil dilelang senilai Rp 3 milliar pada 2002 oleh Rumah Lelang Christie.
Selain serba pertama, PD 1970 juga serba seru. Itu karena pada babak semi final, empat tim terbaik dari dua benua bertemu: Brazil lawan Uruguay; Jerman lawan Italia. Akhirnya, final mempertemukan Brazil lawan Italia.
Final berlangsung seru karena mempertemukan tim yang sama-sama dua kali juara dunia. Artinya, sesuai aturan FIFA, siapa yang juara akan memiliki piala Jules Rimet selamanya. Akhirnya, Brazil yang pertama melakukan itu setelah menang 4-1.
****
Meskipun penggunaan kartu kuning dan merah pertama kali digunakan pada Piala Dunia 1970, tapi kartu merah baru keluar pada PD 1974. Adalah Carlos Caszely, striker Cile, yang pertama merasakannya setelah menekkel keras Berti Vogts, gelandang Jerman Barat.
Selain itu, PD 1974 juga menggunakan piala baru. Piala lama telah menjadi milik Brazil yang telah tiga kali menjuarainya. Piala baru didesain oleh seniman Italia, Silvio Gazzaniga. Dia terpilih melalui sayembara yang diikuti 58 seniman dari tujuh negara.
Piala dunia baru terbuat dari emas 18 karat; berberat 5 kg; bertinggi 36,5 cm. Bentuknya: dua figur manusia sedang memegang bumi. Gazzaniga menjelaskan makna piala, "The lines spring out from the base, rising in spirals, stretching out to receive the world. From the remarkable dynamic tensions of the compact body of the sculpture rise the figures of two athletes at the stirring moment of victory."
Hal lain yang menarik di PD 1974 adalah tim Belanda. Mereka mengikuti turnamen berbekal talenta Ajax yang memenangi Piala Champions tiga kali beruntun: 1971-1973. Modal mereka ada dua: kemampuan fullskill striker Ajax Johan Cruyf yang kala itu telah bermain di Barcelona dan taktik revolusioner pelatih Rinus Michels yang terkenal dengan sebutan Total Football.
Total football, intinya, bermain dengan memanfaatkan seluruh jengkal lapangan. Pelatih Michels menyebutnya manipulasi ruang. Ketika tanpa bola, para pemain menekan lawan untuk mempersempit ruang gerak mereka. Tapi ketika menyerang, pemain berotasi dan melebar untuk membuka celah pertahanan lawan. Bek bisa jadi striker, striker bisa jadi playmaker, dan bahkan kiper bisa jadi bek yang memainkan bola hingga ke tengah lapangan.
Dengan total football, Belanda 'tak terkalahkan hingga laga final. Di final mereka bertemu tuan rumah Jerman Barat yang dihuni talenta Bayern Muenchen, salah satunya kapten Franz Backenbauer, yang baru saja juara Piala Champions 1974. Partai seru tersebut dimenangkan Jerman Barat 2-1 dan Backenbauer menjadi pemain pertama yang menyentuh dan mengangkat piala dunia baru.
*****
Dua tahun sebelum Piala Dunia 1978 digelar di Argentina, ibukota negara Buenos Aires dilanda kudeta militer. Jend. Videla mengudeta Presiden Isabel Peron dan mengambil alih kekuasaan. Walhasil, PD 1978 pun berlangsung di bawah pengaruh militer.
Hal tersebut membuat beberapa negara setengah-setengah ikut serta karena alasan keamanan. Beberapa pemain juga menolak memperkuat negaranya karena tak suka pengaruh militer, salah satunya Johann Cruyf, striker Belanda.
Pengaruh militer diduga kuat terjadi saat partai penentuan grup antara Argentina lawan Peru. Argentina harus menang lima gol kalau ingin menggusur Brazil sebagai pemuncak grup dan lolos ke final. Akhirnya, Argentina dengan mudah menang enam gol tanpa balas.
Di final, Argentina bertemu Belanda yang tetap kuat dengan total football-nya meskipun tanpa Johann Cruyf. Kedua tim merupakan juara baru kalau bisa menang. Akhirnya kemenangan milik Argentina dengan skor 3-1.
Mario Kempes menjadi bintang Argentina. Pemain berciri rambut gondrong itu, dalam perjalanan karirnya, pernah memperkuat klub Indonesia Pelita Jaya.
Keempat, untuk pertama kalinya diberlakukan aturan pergantian pemain saat pertandingan sedang berlangsung. Anatoly Puzach, pemain Uni Soviet, adalah pemain pertama yang melakukannya. Kelima, untuk pertama kalinya kartu kuning dan merah digunakan oleh wasit.
Keenam, untuk pertama kalinya dua pemain saling bertukar jersey sehabis pertandingan, yaitu Pele (Brazil) dengan Bobby Moore (Inggris). Pele dan jerseynya pada 1970 memang menarik. Buktinya, Jersey yang dipakai Pele saat final lawan Italia berhasil dilelang senilai Rp 3 milliar pada 2002 oleh Rumah Lelang Christie.
![]() |
| Kostum Pele (goal.com) |
Final berlangsung seru karena mempertemukan tim yang sama-sama dua kali juara dunia. Artinya, sesuai aturan FIFA, siapa yang juara akan memiliki piala Jules Rimet selamanya. Akhirnya, Brazil yang pertama melakukan itu setelah menang 4-1.
![]() |
| Italia Vs Brazil 1970 (dok. FIFA) |
![]() |
| Carlos Alberto, Kapten Brazil, angkat Piala Jules Rimet (dok. Pinterest) |
Meskipun penggunaan kartu kuning dan merah pertama kali digunakan pada Piala Dunia 1970, tapi kartu merah baru keluar pada PD 1974. Adalah Carlos Caszely, striker Cile, yang pertama merasakannya setelah menekkel keras Berti Vogts, gelandang Jerman Barat.
Selain itu, PD 1974 juga menggunakan piala baru. Piala lama telah menjadi milik Brazil yang telah tiga kali menjuarainya. Piala baru didesain oleh seniman Italia, Silvio Gazzaniga. Dia terpilih melalui sayembara yang diikuti 58 seniman dari tujuh negara.
Piala dunia baru terbuat dari emas 18 karat; berberat 5 kg; bertinggi 36,5 cm. Bentuknya: dua figur manusia sedang memegang bumi. Gazzaniga menjelaskan makna piala, "The lines spring out from the base, rising in spirals, stretching out to receive the world. From the remarkable dynamic tensions of the compact body of the sculpture rise the figures of two athletes at the stirring moment of victory."
Hal lain yang menarik di PD 1974 adalah tim Belanda. Mereka mengikuti turnamen berbekal talenta Ajax yang memenangi Piala Champions tiga kali beruntun: 1971-1973. Modal mereka ada dua: kemampuan fullskill striker Ajax Johan Cruyf yang kala itu telah bermain di Barcelona dan taktik revolusioner pelatih Rinus Michels yang terkenal dengan sebutan Total Football.
Total football, intinya, bermain dengan memanfaatkan seluruh jengkal lapangan. Pelatih Michels menyebutnya manipulasi ruang. Ketika tanpa bola, para pemain menekan lawan untuk mempersempit ruang gerak mereka. Tapi ketika menyerang, pemain berotasi dan melebar untuk membuka celah pertahanan lawan. Bek bisa jadi striker, striker bisa jadi playmaker, dan bahkan kiper bisa jadi bek yang memainkan bola hingga ke tengah lapangan.
Dengan total football, Belanda 'tak terkalahkan hingga laga final. Di final mereka bertemu tuan rumah Jerman Barat yang dihuni talenta Bayern Muenchen, salah satunya kapten Franz Backenbauer, yang baru saja juara Piala Champions 1974. Partai seru tersebut dimenangkan Jerman Barat 2-1 dan Backenbauer menjadi pemain pertama yang menyentuh dan mengangkat piala dunia baru.
![]() |
| Jerman 1974 (dok. goal.com) |
Dua tahun sebelum Piala Dunia 1978 digelar di Argentina, ibukota negara Buenos Aires dilanda kudeta militer. Jend. Videla mengudeta Presiden Isabel Peron dan mengambil alih kekuasaan. Walhasil, PD 1978 pun berlangsung di bawah pengaruh militer.
Hal tersebut membuat beberapa negara setengah-setengah ikut serta karena alasan keamanan. Beberapa pemain juga menolak memperkuat negaranya karena tak suka pengaruh militer, salah satunya Johann Cruyf, striker Belanda.
Pengaruh militer diduga kuat terjadi saat partai penentuan grup antara Argentina lawan Peru. Argentina harus menang lima gol kalau ingin menggusur Brazil sebagai pemuncak grup dan lolos ke final. Akhirnya, Argentina dengan mudah menang enam gol tanpa balas.
![]() |
| Militer dan Argentina (dok. FIFA) |
Mario Kempes menjadi bintang Argentina. Pemain berciri rambut gondrong itu, dalam perjalanan karirnya, pernah memperkuat klub Indonesia Pelita Jaya.
Kamis, 23 Januari 2020
PIALA DUNIA 1960-AN: Battle of Santiago, Lahirnya Pele Putih, Seekor Anjing, dan Korea Utara
Piala Dunia 1962 yang berlangsung di Cili diawali dengan kejadian tidak mengenakkan. Dua wartawan Italia, Antonio Ghirelli dan Corrado Pizzinelli menulis berita yang mengritisi kondisi kota Santiago, ibukota Cili, yang tidak layak. Mereka bahkan menyebutnya sebagai "tempat sampah yang miskin". Hal tersebut menyulut kemarahan warga Cili. Demi keamanan, kedua wartawan tersebut pun dipulangkan ke Italia.
Ketegangan tersebut menular ke lapangan saat Cili bertemu Italia di babak delapan besar. Permainan kasar ditunjukkan oleh kedua tim: saling tinju, saling tekkel, dan gaya kasar lain yang di luar nalar. Partai berjuluk Battle of Santiago yang dimenangkan Cili tersebut dikomentari David Coleman, Jurnalis BBC, sebagai partai paling bodoh, mengerikan, menjijikkan, dan memalukan.
Kejadian tidak mengenakkan lain adalah cederanya Pele di babak grup yang membuatnya absen hingga akhir turnamen. Beruntung pengganti Pele, Amarildo, bermain baik dan -bersama Garincha dan Vava- mampu membawa Brasil juara setelah mengalahkan Cili 4-2 di Semi Final dan Cekoslowakia 3-1 di Final. Julukan Pele Putih pun diberikan kepada Amarildo.
*****
Tiga bulan sebelum Piala Dunia 1966 digelar, trofi Jules Rimet dipamerkan di Methodist Central Hall, London. Sayangnya, karena kelengahan penjaga, trofi tersebut dicuri. London pun gempar. Pelbagai upaya dilakukan untuk mencari trofi yang hilang. Polisi disebar di setiap sudut kota.
Trofi tersebut akhirnya ditemukan Pickles, seekor anjing, ketika mengendus-endus tempat sampah. David Corbet, pemilik anjing, yang mengenali trofi itu kemudian lari ke telepon umum dan menghubungi polisi. Corbet dan Pickles pun dihadiahi panitia dengan makanan dan cek senilai 1.000 poundsterling.
Tak hanya Pickles yang menarik perhatian, tim Korea Utara juga menjadi berita. Itu karena mereka berhasil lolos ke babak delapan besar setelah menyingkirkan Italia di babak grup dengan 1-0. Di babak delapan besar, Korut bertemu Portugal. Keganasan Korut sepertinya akan berlanjut setelah mereka berhasil unggul 3-0. Namun sayangnya, Portugal punya pembeda bernama Eusebio. Empat golnya berhasil membantu Portugal membalikkan skor menjadi 3-5. Korut pulang. Sambutan untuk mereka luar biasa.
Keperkasaan Eusebio 'tak berlanjut di Semi Final. Pergerakannya berhasil dimatikan bek-bek Inggris. Portugal pun harus mengalah 1-2 dari tuan rumah. Di final, Inggris bertemu Jerman Barat dan berhasil menang 4-2. Bobby Charlton menjadi bintang Inggris kala itu. Gelar itu menjadi yang pertama bagi Inggris dan menjadi satu-satunya sampai sekarang.
Ketegangan tersebut menular ke lapangan saat Cili bertemu Italia di babak delapan besar. Permainan kasar ditunjukkan oleh kedua tim: saling tinju, saling tekkel, dan gaya kasar lain yang di luar nalar. Partai berjuluk Battle of Santiago yang dimenangkan Cili tersebut dikomentari David Coleman, Jurnalis BBC, sebagai partai paling bodoh, mengerikan, menjijikkan, dan memalukan.
![]() |
| Battle of Santiago (dok. FIFA) |
*****
Tiga bulan sebelum Piala Dunia 1966 digelar, trofi Jules Rimet dipamerkan di Methodist Central Hall, London. Sayangnya, karena kelengahan penjaga, trofi tersebut dicuri. London pun gempar. Pelbagai upaya dilakukan untuk mencari trofi yang hilang. Polisi disebar di setiap sudut kota.
Trofi tersebut akhirnya ditemukan Pickles, seekor anjing, ketika mengendus-endus tempat sampah. David Corbet, pemilik anjing, yang mengenali trofi itu kemudian lari ke telepon umum dan menghubungi polisi. Corbet dan Pickles pun dihadiahi panitia dengan makanan dan cek senilai 1.000 poundsterling.
![]() |
| Pickles (dok. FIFA) |
![]() |
| Portugal Vs Korea Utara (dok. FIFA) |
Langganan:
Postingan (Atom)









