Kamis, 31 Juli 2025

TORAJA

Pertama kali ke Toraja: tahun 90-an awal. Lupa waktu tepatnya. Kala itu masih SD. Dalam rangka liburan. Kebetulan paman yang Kacab Bank Sulsel (dulu Bank BPD) punya rumah dinas di sana. 

Makale masih sangat sepi dan dingin. Saking dinginnya, hasil kondensasi udara serupa asap putih keluar dari mulut.

Sekarang, seiring pembangunan kota, Toraja tak lagi dingin. Udara yang terhirup tak lagi berkondensasi, tapi berpolusi. Bersyukur masih banyak pemandangan indah.




CR7

Saya menyukai Ronaldo. Bukan karena dia yang terbaik. Bukan pula karena banyak prestasi. Tapi karena Saya mengikuti proses beliau berkarir di sepakbola sejak awal. 

Yang seangkatan Saya pasti menyaksikan betul: bagaimana Ronaldo menangis saat Portugal kalah dari Yunani di Final Euro 2004. Bagaimana Ronaldo kegirangan mencetak gol sundulan yang membuat dia meraih gelar FA Cup pertamanya bersama MU. 

Dan selanjutnya, Anda bisa baca statistiknya: melesat. Pun sampai usia 40.

Kunci pemain yang dijuluki CR7 itu dalam berproses sederhana saja: konsisten! CR7 bukanlah tipikal Maradona, Messi atau pemain-pemain Brazil yang sedari lahir sudah punya talenta. Semua yang dimiliki CR7 adalah hasil latihan. Tentunya latihan secara konsisten. 

Bagaimana dia berlari cepat, bagaimana dia melompat dan menyundul, bagaimana dia menendang keras, semua dilatihnya secara konsisten. Tentu kita tidak heran melihat bagaimana CR7 masih bertahan sampai saat ini. Dan tetap kompetitif.



GOAT Sepakbola

Perdebatan siapa GOAT sepakbola masih menyasar nama-nama hebat: Pele, Maradona, R9, Messi, dan CR7. 

Tapi bagi Saya, mereka bukanlah GOAT sejati. Dalam indikator Saya, GOAT sepakbola adalah dia yang hebat ketika menjadi pemain dan juga hebat sebagai pengatur strategi. 

Bagi Saya, sosok seperti itulah yang sangat mengerti sepakbola seutuhnya. Dalam maupun luar lapangan. 

Berikut adalah nama-nama pilihan Saya yang terkemas dalam formasi 3-6-1 dari kiper sampai striker plus cadangan:

Kiper: Dino Zoff

Bek: Franz Beckenbauer, Frank Rijkaard, Ronald Koeman. 

Gelandang: Pep Guardiola, Luis Enrique, Carlo Ancelotti, Didier Deschamps, Zinedine Zidane, Antonio Conte. 

Striker: Johan Cruyff. 

Cadangan: Jupp Heynckes, Vincent Company, Xabi Alonzo, Xavi Hernandez, Rudi Voller, Juergen Klinsmann, Simone Inzaghi, Ruud Gullit, Pippo Inzaghi, Giovanni Van Bronchost, ......

Rabu, 28 Mei 2025

Jurnalisme Jaman Now

5W: wow, wadidauw, wadauw, wkwkwk, wokwokwok

1H: hadeuhh

Sabtu, 22 Maret 2025

FotoYu

Cukup happy. Digitalisasi telah berujung pada manfaat.

Para enggineer yang membuat Fotoyu berhak mendapat hak-haknya yang tak ternilai. Tarik seribu rupiah saja dari foto yang terjual, mereka sudah dapat semilyar kalau foto yang terjual sehari sampai sejuta. Itu baru sehari loh. Itu juga kalau yang ditarik cuma seribu. Kalau lebih, silah hitung sendiri!

Fotografer juga tidak perlu baku sikut sesama fotografer atau mengemis-ngemis menawarkan jasanya ke pelanggan. Tinggal fokus mengeluarkan skill jepretnya. Aman! Biar Allah yang mengatur rezekinya. Alhamdulillah ala kulli hal.

Kita pelanggan juga enak. Punya independensi dalam memilih hasil jepretan yang bagus. Nilai beli juga worth it-lah dan aman.

Overall, semoga Indonesia emas 2045 yang kita impikan sepadan. Anjayani!



Kamis, 20 Maret 2025

Rejeki Halal

Banyak yang paham: syarat diterimanya ibadah itu adalah niat ikhlas hanya karena Allah dan i'tiba (ibadahnya sesuai petunjuk Rasulullah Nabi Muhammad). 

Tapi banyak yang lupa bahwa ada seseorang yang berpakaian kusut berdoa secara khusyu' kepada Allah, "Wahai Rabb-ku, wahai Rabb-ku..." 

Sementara orang itu makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan kenyang dari sesuatu yang haram. "Lalu bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?" Kata Nabi Muhammad. 

Ya, selain niat ikhlas dan i'tiba, ibadah kita akan diterima kalau penghasilan kita halal! Dan itu kita sendiri yang bisa mengupayakan dan menilainya. 

Selamat berjuang para pencari rezeki halal!

Minggu, 09 Maret 2025

Kebenaran Vs Keyakinan

Kebenaran (logika) itu sifatnya universal: diterima semua orang. 

Mencuri (korupsi), misalnya, semua orang membenarkan bahwa tindakan itu salah. Tanpa kecuali. Bahkan pencuri sekali pun akan marah kalau dia kecurian. 

Kalau ada yang membenarkan tindakan mencuri. Itu bukanlah kebenaran, tapi pembenaran. Dan pembenaran adalah lawan dari kebenaran. Catat itu! 

*****

Adapun keyakinan (agama, adat, dll.) itu sifatnya  spesial: benar bagi yang meyakininya. Terlebih memang ranah keyakinan itu bukan hanya fisik, tapi juga metafisik. 

Keberadaan Tuhan, misalnya, logika tidak akan mampu mencapainya. Hanya agama yang bisa meyakininya. 

Jadi kalau kaum universal berdebat dengan kaum spesial tentang keberadaan Tuhan, pasti buntu. Bahkan ada yang sampai baku tumbuk.