Roasting -secara etika- memang menjadi teknik stand-up comedian yang paling dark grey. Hitam, gelap, tapi masih ada abu-abunya. Jadi, masih sering dipakai sama kebanyakan komika.
Supaya tidak bermasalah, biasanya ditempuh jalan tengah: sebelum manggung, komika minta izin dulu sama orang yang mau di-roasting. Atau sekalian, orang yang di-roasting dihadirkan ke atas panggung.
Yang masalah memang roasting tanpa izin. Terlebih yang di-roasting fisik. Karena reaksi orang yang di-roasting juga abu-abu: bisa menerima, bisa tidak. Mungkin menerima, tapi dipendam sambil menunggu momen balas dendam. Bisa juga seketika marah dan langsung menyerang balik.
Saya jadi ingat momen saat Will Smith menampar komedian Chris Rock di atas panggung Oscar 2022 karena me-roasting rambut Jada Smith yang plontos akibat alopecia. Aktor utama Pursuit of Happiness itu marah besar karena istrinya dijadikan bahan bercandaan.
Yang paling dekat: Pandji Pragiwaksono me-roasting fisik mata dari Wapres Gibran Rakabuming. Roasting-an yang mendapat banyak komentar negatif dari netizen dan kritikan tajam dari pakar oplas dan psikologi. Pun masih ada juga netizen yang pro Pandji.
Saya rasa, Pandji sudah menerima semua komentar dan kritikan itu dengan lapang dada dan mengajinya. Ke depan, semoga komika tetap bisa berkarya dengan lebih memperhatikan etika tanpa mengurangi estetika dan tanpa menciderai logika.
*****
Saya juga termasuk penggemar Pandji sebagai komika. Meskipun briging-nya lama sampai ke punchline. Sebagai podcaster, saya tidak terlalu suka Pandji karena porsi bicaranya lebih banyak dari narasumbernya.
Saya juga suka sama lagu Masih Hujan yang dinyanyikan Gamila Arif dan nangkring di spotify. Pun lagu itu underrated dan pendengarnya cuma ratusan ribu, tapi kualitasnya tidak kalah sama lagu-lagu dari penyanyi hits. Bagi yang belum ngeh: Gamila itu istrinya Pandji 😁.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar